Sabtu, 30 April 2011

Cerpen SHINee


Hot news!
Lee Taemin, anggota SHINee digosipkan menyukai sesama jenis. Alasannya karena dia terlihat dekat dengan Choi Minho anggota SHINee lainnya dan kalian bisa lihat mukanya yang terlihat sangat cantik dan menggemaskan itu. Benarkah? Haha.
Kita tunggu saja jawaban dari Lee Taemin sendiri. Ah tapi Taemin-ssi sekarang selalu menghindar dari kejaran awak media. Tapi dia pernah berjanji akan membuktikan kalau dia bukan seorang gay. Membuktikan seperti apa? Dia mengatakan dengan cara langsung menunjukkan siapa gadis yang ia cintai dan ia pacari.
Taemin P.O.V
Sial!! Sial!! Kenapa semua berita gosip di TV semakin mengada-ada, sebelumnya tak ada yang mempermasalahkan kedekatanku dengan Minho hyung. Bahkan aku yang digosipi saja tak merasakan perasaan lebih dengannya. Keterlaluan! Dasar netizen kurang kerjaan! Membuat berita yang benar-benar kelewat batas. Argh!!!!
“Tenanglah, pasti berita ini akan menguap begitu saja”, kata Onew hyung sambil mematikan TV.
“Ya maknae! Biarlah orang bicara apa, yang penting kamu ini normal!”, sambung Minho hyung tenang.
“Kau bisa setenang itu hyung?? Berita ini menjadi topik utama beberapa minggu terakhir!”
Akupun beranjak dari sofa dan meninggalkan mereka yang hanya menggeleng-gelengkan kepala. Mereka tak mengerti perasaanku, digosipi dengan hal yang sama selama berminggu-minggu. Malahan semakin parah gara-gara ada fotoku yang memeluk Minho hyung. Sebenarnya itu bukan pelukan, tapi aku menahan Minho hyung yang hampir terjatuh karena terpeleset. Argh!!!! Kenapa harus digosipi seperti ini! Lebih baik aku digosipi menjadi korban bullying di sekolah atau apalah. Ini telah membunuh karakterku.
“I’m not gay!!!!!!!!!”, pekikku kesal.
Aku menutup kuping dengan bantal di kamar, tak ingin mendengar semuanya. Ada yang mengelus-elus rambutku. Ah Key hyung, dia pasti datang untuk menenangkanku. Dia satu-satunya orang yang mengertiku.
“Don’t give up! Fighting!”, katanya sambil mengangkat kepalan tangan kanannya.
Aku hanya memandangnya dengan lemas. Aish! Besok ada acara disalah satu stasiun TV, pasti wartawan sudah menunggu untuk melepas berjuta pertanyaan padaku. Aku harus apa?? Harus apa? Sial!! Aku mulai memukuli bantal yang ada didepanku.
“Hei! Kenapa?”, tanya Key hyung sembari menahan tanganku.
“Besok ada acara disalah satu stasiun TV kan hyung?”
“Uhm! Lalu?”
“Aku harus bagaimana hyung kalau wartawan menanyai tentang gosip itu?”
“Bila kau bisa menjawabnya, jawablah. Tapi bila tidak, tersenyum dan tinggalkan saja mereka. Simple kan?”
Ide yang bagus! Mungkin aku akan melakukannya besok, tapi.. ku harap besok tak ada lagi gosip miring itu.
“Heh! Sebaiknya kau tidur, kau terlalu letih mendengar kabar yang tak benar itu hari ini”
Aku menyetujui nasihat Key hyung tadi. Mata mulai kupejamkan perlahan.

Your P.O.V
Lee Taemin, aah kasian sekali dia. Dari beberapa minggu lalu hingga sekarang gosip tentang dia seorang gay menjadi topik utama di berbagai media. Bahkan baru saja ada foto dia sedang memeluk Minho. Hmm, seharusnya netizen tak membicarakannya sampai selarut ini. Taemin hanya anak kecil yang baru menginjak masa remajanya. Lagian gosip itu sangat mengada-ada, karena kuperhatikan Taemin adalah seorang lelaki yang normal. Aku tak percaya dia adalah seorang gay.
Besok.. yang kutahu SHINee diundang dalam sebuah acara di salah satu stasiun TV swasta. Aku harus kesana untuk mendukungnya, ya! Mendukungnya agar dia tak bersedih karena gosip ini.
“Taemin!!! Hwaiting! I’ll always with u!”
Aku menyiapkan kaos lengan pendek yang ku sablon dua bulan lalu. Aku menyablonnya dengan tulisan TAEMIN sebanyak enam kali dan ini hampir menutupi bagian depan kaos. Sebaiknya aku tidur dulu, agar besok tak kesiangan untuk bertemu Taemin disana.

Oahm.. kulihat jam bekerku.. jam 9. Hah?! Jam 9, argh aku bisa telat kesana. Akupun menyegerakan diri untuk mandi dan bersiap. Aku berlari menuju halte bis, semoga aku beruntung. Ya! Bis pun langsung datang, aku mulai mencari tempat duduk. Eh, kenapa semua orang  melihatku? Ada yang salahkah? Sepertinya tak ada. Sebentar lagi aku sampai di halte tujuanku, kenapa semua orang masih melihatku dengan tatapan tajam itu. Karena kaosku yang bertuliskan Taemin? I don’t care!
Akupun sampai dan menuruni bis yang kutumpangi.
“Eonni, rambutmu, hehe”, seorang anak perempuan menegurku sambil menunjuk ke arah rambutku.
“Eh, kenapa?”
“Lihat saja oenni”, dia memberikan kaca kepadaku.
Aaaaaaaaah! Rambutku acak-acakan sekali, aku belum menyisirnya karena terburu-buru.
“Hei! Apakah kamu punya sisir?”
Dia mengangguk sambil menahan tawanya dan menyodorkan sebuah sisir. Aku menyisir rambutku, ah.. malu sekali.
“Terima kasih”, kataku sambil membungkukkan badan 90 derajat.
“Ya oenni, lain kali jangan ceroboh yah eon”
“Ah, baiklah”, aku menahan malu dan menggaruk-garuk rambut yang sebenarnya tidak gatal.
Aku berlari kearah gedung stasiun TV itu, berharap untuk bertemu Taemin dan menyemangatinya.

Taemin P.O.V
Kubuka mata dengan malas.
“Hei maknae! Bangunlah! Penata rias sudah datang!”, teriak Jonghyun-hyung.
“Ah Jjong-hyung, aku malas!”
“Ayolah Lee Taemin! Kita harus menghadiri acara itu”
“Bisakah aku absen? Bilang saja aku sakit”
“Apa? Jika kau absen hadir, dan honormu juga akan absen Tae-ah!”
Ah perkataan Jonghyun hyung tadi sedikit menakutkanku. Aku tak mau bila honorku di absen juga. Terpaksa aku harus ikut ke acara itu. Penata rias mulai membedaki mukaku dan mengacak-acak rambutku. Entahlah untuk apa? Alasannya karena aku seorang penyanyi, dan penyanyi haruslah terlihat bling dan tampan.
07.30, acara itu dimulai. 30 menit sebelum acara kami sudah ada ditempat. Kami menunggu di ruangan yang dipintunya dipasang nama SHINee, Key, Onew, Jjong dan Minho hyung mengisi waktu yang membosankan dengan cara mereka. Sama halnya sepertiku, aku hanya memainkan segelas air putih di meja. Otakku masih berpikir, bagaimana menjawab semua pertanyaan yang akan diajukan padaku. Tuhan!! Kirimkan satu malaikat penolong, aku mohon.
Acarapun dimulai, aku hanya bisa diam dan sesekali tersenyum. Aku depresi! Ayolah, jangan aku! Jangan!. Ku dengar gemuruh tepuk tangan, oh ternyata acara sudah selesai. Aku benar-benar tidak fokus hari ini, eh atau dari semenjak gosip ini ada? Entahlah.. Aku membuntuti semua hyungku yang sedang berjalan ke ruangan kami.
“Hei! Kau tidak konsentrasi di acara tadi!”, Onew hyung menegurku dengan nada yang agak tinggi.
Aku hanya memalingkan wajah ke tembok. Berharap mereka mengerti aku sekarang, mereka pasti tahu para wartawan telah menungguku diluar sana. Aku terus berteriak dalam pikiranku sendiri, bermaksud memberi isyarat minta tolong ke semua hyungku ini. Tapi sepertinya mereka belum menyadari arti dari raut wajah yang kupasang sekarang.
“Sudahlah hyung, jangan marah pada dia.. lebih baik kita pulang saja”, kata Key hyung sambil menggandel tas hitamnya.
Aku berjalan di belakang mereka dengan lemas, bagaimana nasibku sebentar lagi.. aaaaaaaaaaargh!!!. Saat keluar dari koridor, kulihat banyak sekali wartawan yang bersemangat mendekatiku. Mereka bertanya ini dan itu, kupingku panas mendengar pertanyaan-pertanyaan mereka. Ah, ada seorang gadis yang memakai kaos yang bertuliskan namaku.
“Taemin! Hwaiting!! Aku tau kau bukan gay!”
Tadinya kupikir dia hanya fans biasa yang meneriaki kalimat semangat. Tapi kenapa sekarang dia berlari untuk mengejarku, kenapa dia ini?
“Taemin!! Semangat!! Jangan dengarkan apa kata mereka”, teriaknya.

Your P.O.V
Jam 10 pagi, semoga masih ada kesempatan untukku bertemu dengan Lee Taemin. Acara ini akan selesai sebentar lagi.
Kulihat banyak wartawan yang telah berkumpul di ujung koridor, mungkin SHINee akan segera keluar dari sana. Aku berlari menghantam beberapa wartawan, tak perduli mereka akan mencibir apa. Jonghyun oppa yang keluar lebih dulu, diikuti oleh Onew oppa, Minho, Key dan Taemin. Aku semakin digencet dan didorong oleh wartawan yang lain. Tapi itu tak membuat aku menyerah, aku mendorong mereka yang di depanku dengan sangat kuat.
“Taemin! Hwaiting!! Aku tau kau bukan gay!”
Kenapa aku harus berteriak kalimat itu? Ah masa bodoh! Aku terus berlari mengikuti langkah kaki Taemin yang cepat.
“Taemin!! Semangat!! Jangan dengarkan apa kata mereka”, teriakku.
Tak terasa aku sekarang berada dibelakang Taemin, ku melihat jelas tubuh Taemin yang tinggi dan kurus. Tinggiku mencapai bahunya, tiba-tiba dia berhenti lalu berbalik ke arahku. Dia memperhatikan wajahku,  kedua mata kamipun beradu dan…

0 Comments:

Posting Komentar

Enters your comment please ^^

Template by:

Free Blog Templates